Mengenai Saya

Foto saya
for contact please email: sandraelita@gmail.com

Label

Sabtu, 22 September 2012

c u next time bro

Waktu lagi KUKERTA (kuliah kerja nyata), aku ketemu sama 2 nice brothers. They are Ade and Rizky. We are one team with ten members. At the first, i was confused with strange condition. Kami satu tim tapi tidak saling kenal. Tapi setelah 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan seterusnya, kami jadi saling kenal, berkonyol ria bersama, bahkan hang out bareng. terasa begitu dekat.

3 months later, KUKERTA kelar..selesai. But it doesn't make us sad. Kami bisa bertemu di kampus (yeah,kami satu kampus tapi beda kelas). Salah satu bagian yang benar-benak sukses membuat kami sedih adalah  saat mereka bilang kalau dipindah tugaskan oleh kantor ke Jakarta. whaaat, we rreeeaallyyy saaaaad :( . Ini baru gak bakalan ketemu dalam jangka waktu yang lamaaaaa. Atau mungkin gak ketemu lagi. Jadi, buat kenang-kenangan, friends and i give them a shirt and vest. And i give them a pict that i made by myself.

We will miss you bro!!! And thanks for a red mechanic pencil :)


created by : my SEXYSISTA

Thanks to Facebook.
Iseng-iseng liat photo album sahabat, ternyata langsung JATUH CINTA sama karyanya dia. Emang sih udah tau sejak lama dan sadar sesadar-sadarnya kalo dia jago gambar. Malahan sempet curi-curi ilmu juga dari dia (mohon bimbingannya mahaguru -,-" ) . Tapi sumpah super duper gak nyangka kalo kemampuannya udah tinggi banget.

"Kira-kira kalo dibuatin gambar, boleh gak ya?" hmmm my mind starts cheating. MINTA. hahaha. Tapi untungnya my sexysista ini (aku menyebutnya begitu, hahaha) baik hati, yap dia bersedia loh buatin satu gambar romantis between boyfriend and me. Walopun yang mirip cuma rambutnya, tapi aku SANGAT SANGAT SUKA. I LOVE IT. Good joooob sist. Ini lebih daripada yang aku bayangkan. Thank you so much "SARAH INDAH SARTIKA SEBAYANG" :*
 

Kue Tart Semu

Gara-gara nemenin si keponakan kecil main online games bikin kue, jadi dibuatin satu buah kue tart yang dia hias sendiri dan di spesialin buat aku. Kelihatannya enak, tapi sayang ini hanya tart semu. Kayaknya ekspresi si kakak di gambar ini cucok deh dengan perasaan aku waktu dibuatin kue ini. Si kecil terlihat sangat senang dan aku terlihat setengah senang :|

:: tart semu ::

Trio Kwek Kwek :p

:: cuwi, me, and juno ::

Di Kala Sore Itu


 

Kamis, 20 September 2012

Where Is The Different?

Perhatikan masing-masing gambar yang berdampingan. Kelihatannya sama, namun ada perbedaannya. Temukan perbedaan di tiap-tiap gambar. :)
P.S :i'm serious
*model: Iwal aka Bani

1. his eyes?

2. his hand?

3. his smile?

4. his pose?

5.his face?

6. or his "pagar gigi?"
haha..sorry bani, but this is really funny

ILUSI

Malam ini aku sendiri lagi di rumah. Semuanya pergi. Mulai dari orang tuaku yang makan malam bersama rekan kerja yang konon prinsipnya “segala sesuatu harus dibicarakan didalam makan malam. Agar terasa tenang dan jelas”, kemudian kakakku yang menghabiskan tiga malamnya di rumah nenek di desa, serta abangku yang sedang kencan dengan pacarnya yang paling aku benci. Kenapa aku membencinya? Jelas saja, wanita itu sombong, angkuh dan tatapannya sinis selalu. Bahkan kadang-kadang jika aku tersenyum dan menyapanya, ia tak mau membalas. Entah mengapa abangku sampai jatuh hati padanya. Jika ada yang harus aku lakukan untuk wanita itu, aku sangat ingin sekali menjambak dan mencabut rambut panjangnya sambil berteriak, “jangan dekati abangku!”

            Aku berjalan ke ruang keluarga dan kalender yang tergantung di dinding menarik perhatianku. “mm..tanggal 13, hari Kamis. Hm…hari yang menakutkan. Angka sial dan hari yang menakutkan bersatu”,pikirku. Maka kunyalakan semua lampu di rumah ini dan memulai hobiku. Kulihat jam saat itu pukul dua belas malam. Aku tak akan bisa tidur jika aku sendirian di rumah. Tiba-tiba aku terdiam, ada suara langkah kaki yang  sayup-sayup  terdengar. Sunyi seketika. Suara telepon yang tiba-tiba berdering membuatku tersentak dari diamku. “halo!”aku mulai mengangkat telepon. Tak ada balasan. “halo, siapa ini?”tanyaku kembali. Tetap tak ada sahutan. Aku putuskan untuk menutup telepon dan melupakan segalanya. Saat aku kembali ke tempat dimana aku menikmati hobiku, telepon berdering lagi.

Seolah-olah mendekatiku. Semakin ingin ku dengar, semakin nyaring bunyinya. Dan semakin kencang jantungku berdegup. Segera aku berlari ke kamar untuk mengambil bantal keberuntunganku. Kupeluk bantal itu kuat-kuat dan memutuskan kembali ke tempat dimana aku seperti ingin mati ketakutan. Saat itu aku duduk dan memandang ke depan. Terlihat sosok wanita tua dengan muka yang keriput mencoba mencakar mukaku. Gerakan refleks melindungi mukaku dengan bantal keberuntungan langsung kulakukan.

            Beberapa saat aku terdiam. Aku memberanikan diri untuk menghadapi segala yang terjadi. “Tidak, tidak mungkin nyata”, pikirku. Kemudian aku kembali memandang ke depan. Tak ada siapa-siapa. Ku lihat bantal keberuntungan dan terkejut. Ada bekas cakaran di bantal itu. Aku menangis sekuat-kuatnya. Aku kesal, ingin marah. Segera aku melepas kacamata tiga dimensiku, mematikan televisi dan mulai berteriak,”Luna! Berhentilah mencakar bantalku. Dasar kucing nakal”.
 
Difikirkan dan ditulis oleh: Sandra D. Elita