Mengenai Saya

Foto saya
for contact please email: sandraelita@gmail.com

Label

Minggu, 17 Mei 2020

#Sailormoonredraw

Gara-gara Virus Covid-19, semua orang dianjurkan buat Stay at home aja dulu. Yang sekolah dianjurkan belajar di rumah, yang bekerja juga dianjurkan untuk Work from home, yang lagi libur, yaaa gabut aja dulu di rumah hehehe...

Berawal dari kegabutan, muncul banyak challenges yang kadang kita tuh gemes buat ikutan. Dari banyaknya challenge gambar, akhirnya ikutan nyobain Sailormoonredraw. Dan karena gak bisa gambar anime, yaaa kita gambar yang unyu-unyu aja deh. hehehehe... So cute 😍

:: Yang harus digambar ::
:: Hasil redraw ::


Rabu, 06 Mei 2020

Raiku - Anti Aging

Waaah, pertama kalinya nih beli skin care tapi yang mengandung anti aging. Gimana nggak? Kulit muka kelihatannya udah mulai menunjukkan garis-garis halusnya. Udah hampir nyamain garis tangan coba. Hehehe...

Sebenarnya aku cukup telat untuk mencoba mulai skin care yang mengandung anti aging. Masih ngerasa gadis soalnya :p. Tapi demi memuaskan diri dan menyenangkan suami soal penampilan, kayaknya tingkat peduli terhadap kulit sendiri wajib ditingkatkan. Sempat bingung memilih mau mencoba merk apa. Dan setelah window shopping sana sini, pilihanku jatuh kepada....

"Raiku"


Awalnya aku cuma nyobain yang serum. Pas dipakai, waaah,enak. Aku suka. Karena benar-benar melembabkan kulit aku. Karena kulit aku cenderung kering, jadi memang butuh yang melembabkan. Tapi, lagi enak-enaknya pakai serum, sebuah tragedi terjadi. Karena keteledoran aku, botol serum yang terbuat dari kaca ini jatuh, dan pecah...cah..cah.. Dan hatiku pun juga ikut pecah berkeping-keping.

Mau beli lagi, tapi hati masih pilu. Sampai melihat ada diskon untuk paket Raiku anti aging. Paket yang terdiri dari toner, serum, night cream dan morning cream. Wuuuaaaa ini sangat kubutuhkan!!!. So, langsung cus beli deh. Dan jadilah mukaku lembab sepanjang hari. Asiiiik...

Secara keseluruhan, rangkaian skin care anti aging Raiku ini cocok untuk aku. Setelah memakai toner saja, kulit mulai terasa lembab. Apalagi setelah memakai serum, cream siang dan malam, rasanya wajah sangat lembab dan terlindungi. Teksturnya juga tidak lengket di tangan dan tidak berbau. Dari segi packagingnya bagus dan lucu, hanya saja untuk serum yang model seperti ini akan susah untuk mengeluarkan serumnya ketika mulai tinggal sedikit.Jadi beralih ke serum tube aja yaaa. Kalau ditanya mau beli lagi apa nggak, ya jawabannya bakal beli lagi dooonk.

Sekian review senang aku. Semoga bermanfaat untuk kalian yang ingin membeli skin care Raiku anti aging. Selamat merawat kulit :D

Kamis, 13 Februari 2020

Trip to Gema

Hari Sabtu tanggal o8 Februari 2020, keluarga Garuda Indonesia Pekanbaru mengadakan gathering dalam rangka senang-senang karena 26 Januari kemarin Garuda Indonesia ulang tahun. Jadi, untuk merayakannya, kami jalan-jalan sekitaran Riau. Destinasi Wisata yang kami pilih kali ini adalah Desa Gema.

Perjalanan ke desa Gema lebih kurang 3 jam dari kota Pekanbaru. Kami berangkat pukul 7.00 wib dengan menggunakan mobil. 6 mobil langsung meluncur beriringan ke desa Gema. Disana kami akan bertemu dengan penduduk setempat yang akan memandu kami menikmati desa Gema dan bermain di Air Terjun Batu Dinding.

Cuaca sebenarnya kurang mendukung pagi ini. Diawali dengan hujan yang cukup deras, lalu berangsur gerimis yang deras diiringi dengan awan kelabu yang sepertinya enggan pergi untuk hari itu. Tapi, perjalanan terus berlanjut donk. sambil berharap semoga cuaca segera cerah seperti yang kami harapkan. sayangnya, sampai di desa Gema cuaca gak berubah. Hoooo so sad.

Eh tapi, walaupun hujan, keseruan gak berhenti loh. Kami tetap naik perahu, sambil ditemani gerimis dan dinginnya angin. Mungkin karena udah gak sabar untuk main air di air terjun. Alhamdulillah perlahan-lahan hujan mereda. Hati pun jadi gembira. Ayeeey...

Pertama-tama kami kumpul dulu di tepian sungai di Desa Gema. Prepare diri dan segala macam bawaan yang bisa dibawa untuk ke air terjun. Karena perahu yang digunakan berukuran kecil dan seadanya, jadi kami juga harus meminimalisir bawaan. Supaya gak kelelep nanti di tengah sungai. Hehehe...


Perahu siap, kami pun juga siap membagi anggota per perahu. Dan siap memulai petualangan ini. menurut penduduk setempat, kami termasuk bagian yang kurang beruntung nih, karena air sedang pasang karena hujan. Jadinya air sungai menjadi keruh. Seharusnya air sungai ini sangat jernih. Kata teman-teman kami yang sudah pernah pergi ke Gema sih memang airnya jernih sekali. Yaaaah,,,

 

 
 

 


Setelah lebih kurang setengah jam di perahu, akhirnya kita berhenti di suatu tempat untuk makan siang sekaligus sholat Dzuhur. Kira-kira view-nya seperti di bawah ini:


 




Setelah perut kenyang dan hati tenang, kami lanjutkan perjalanan ke air terjun Batu Dinding. Sangat dekat dari tempat kami singgah makan tadi. Hanya sekitar 5 sampai 10 menit saja. Untuk menuju air terjun, kita harus menepikan perahu dan naik bukit yang halannya cukup sempit. Apalagi hari ini hujan, otomatis jalan ke air terjun menjadi licin.


 

 

 

 


 Puas bermain air, saatnya pulang. Karena hari juga sudah semakin sore. Tapi sebelum pulang sempatkan dahulu menyantap buah-buahan seperti durian. Hmm,,yummy... Perjalanan yang sangat menyenangkan, Simple namun happy.









Kamis, 12 Desember 2019

DIY: Tas dari Kardus

Tanggal 10 Desember 2019 pagi, guru anak saya menghubungi di grup kelas Playgroup kalau anak-anak kita akan diikut sertakan pada lomba fashion show yang akan diadakan besok. Ya! Besok tanggal 11 Desember 2019. Daaan temanya adalah Daur Ulang

Seketika grup tersebut riuh, karena para orang tua gak tau harus membuat apa untuk anak mereka fashion show nanti. Hyaiyalaaah...

Semakin siang menjelang sore, sepertinya beberapa orang tua sudah menemukan ide bahkan sudah membuat untuk anaknya besok. Oh my God, saya masih terduduk manis di kursi kantor dan tak bisa berbuat apa-apa. Padahal tangan udah gatal mau membuat sesuatu.

Tapi untungnya, duduk manis ini bisa membuat otak dan tangan saya bekerja untuk mencari inspirasi di internet seputar daur ulang. Saya putar otak untuk mencari kata kunci apa yaaa yang bisa saya cari untuk membuat prakarya tersebut, tapi yang simpel dan bisa dilakukan dalam beberapa jam. Melihat daur ulang kardus, tiba-tiba saya teringat nih, di rumah ada kardus susu anak yang kebetulan sekali sedang nganggur. AHA!!! Bagaimana kalau membuat tas aja?

Calling suami minta dibelikan sumbu kompor yang akan berperan sebagai tali tas. Dan di rumah masih ada renda-renda, kancing baju dan lem tembak. 

Marimar kita eksekusiiii 😍


Ini Kardus susunya :)

 

Siap melihat hasilnya?

 

Ini dia tas kardusnya. Yiihhaaaa...



Lagi antri show nih


Alhamdulillah fashion show-nya berjalan lancar. Walaupun gak menang, tapi anak senang bisa tampil lenggak-lenggok di atas pentas. Hehehe...

Semoga pengalaman tas kardus ini bisa menginspirasi yang baca semua yaaa.. Selamat mencoba.

Selasa, 13 Agustus 2019

Qurban 2019

Alhamdulillah dapat merayakan Idul Adha lagi. Maaf lahir bathin teman-teman semua.

:: my baby ::

Jumat, 08 Februari 2019

Trip Kilat Bukittinggi - Harau

Beginilah tim keuangan di kantor kita. Sukanya jalan-jalan tapi kebentur waktu. Harus direncanakan jauh-jauh hari ditambah bumbu-bumbu hayalan tentang perjalanan singkat ini. Harus matang dan menyenangkan (iya dooonk, masa udah susah nyuri waktu tapi gak hepi, kan rugi). Maklum aja nih, semua anggota sudah pada berkeluarga, dan ada yang punya anak kecil malah. Tau kan ribetnya emak-emak dengan anak untuk perjalanan jauh. Jadi harus ada waktu yang tepat agar semua berjalan lancar.

Ceritanya, karna ketagihan jalan-jalan ke pulau Mandeh kemarin, semuanya pada setuju nih kalau ada trip kedua bersama keluarga lengkap. Semua harus ikut. Dirumbukin ini-itu, semua segmen dirembukin, jadilah kita akan menjalankan trip singkat kedua. Gak jauh-jauh dan lebih sederhana dari perjalanan ke pulau Mandeh. Masih ke provinsi sebelah. Sumatra Barat. Lebih tepatnya kita akan ke Harau dan Bukittinggi. Yeaiy...

Janjian, sepulang kerja setelah mengambil koper dan perlengkapan yang akan dibawa, semuanya kumpul di rumah pak Bos. Setelah magrib dijadwalkan kita akan langsung berangkat. Tapi, agak ngaret sedikit dari jadwal nih. But it's okay

Alhamdulillah perjalanan malam ini aman sentosa. Kita langsung aja nih ke Bukittinggi dulu untuk menginap. Kita pilih ke tempat yang jauh dulu, biar pulangnya nanti lebih dekat dan gak kemalaman banget. Di Bukittinggi kita menginap di rumah keluarganya si Bos. Rumah ini semacam rumah singgah. Yang gak ada perabotan macem-macem. Karna kita cuma singgah untuk tidur dan mandi pagi, jadi cuma perlu kasur dan toilet.


Pagi menjelang, semua bangun disambut udara super dingin. Gak bisa bermanja-manja dikasur, semuanya harus bergerak mandi dan sarapan. Setelah semua beres, perjalanan dimulai ke Puncak Lawang. Disini kami menikmati pemandangan yang asik dari ketinggian. Disambil dengan makan siang yang sebenarnya hari belum siang hehehe...








Puas santai-santai di puncak Lawang, kami lanjut ke Jam Gadang. Disini kami sholat dulu. Kalau ada yang mau nyari oleh-oleh di pasar, bisa banget. Tapi terpaksa gerak agak terbatas, dikarenankan hari hujan deras. 

Setelah hujan mereda, kami lanjutkan perjalanan lagi ke Harau. Nanti kami akan menginap di salah satu homestay yang sudah di booking sebelumnya. Satu homestay untuk bersama. Tadinya kami ingin yang homestay besar yang ada dapur, tapi kalah cepat dengan orang lain. Jadinya yang seperti ini saja ternyata sudah cukup.

Sore hari kami tiba di Harau. Istirahat sambil melihat-lihat pemandangan. Rasanya lelah hilang melihat tampilan alam yang jarang kami temui di Pekanbaru. Sampai malam tiba, waktunya isi perut. Pak Bos sebelumnya ternyata pergi membeli cemilan yang kami suka, yaitu durian. Nyam... hahaha...



Pagi tiba, kami pun harus menerima kenyataan bahwa ini hari terakhir dan kita harus pulang ke Pekanbaru. Eits, tapi liburan kilat ini belum selesai. Mandi pagi harus beda, yuk ke air terjun buat basah-basahan main air. 








Setelah mandi, balik ke homestay untuk sarapan. Sudah tersedia nasi goreng yang memang kami pesan kepada yang punya homestay untuk dibuatkan nasi goreng. Setelah energi terkumpul lagi, para bapak-bapak mengambil alat tempur memancing. Di belakang rumah pemilik homestay terdapat kolam ikan, kami sudah izin kepada beliau untuk membeli ikan yang ada di kolam. Dan mengambil ikannya dengan cara dipancing. Adoooy...

 

Ikan didapat, eksekusi pun dimulai. Makan siang otomatis aman dooonk. Perut full parah. Setelah makan siang ini selesai, kami pun berkemas membereskan barang masing-masing. Pulang nih? iya dooonk. Besok harus kerja kerja kerja. Eit, mampir sedikit di Kelok Sembilan untuk foto-foto. Dan akhirnya perjalanan singkat ini berakhir tetapi memori nya tetap dihati.