Mengenai Saya

Foto saya
for contact please email: sandraelita@gmail.com

Label

Minggu, 14 Januari 2018

Piknik Agrowisata

Semenjak manager keuangan kita ganti, ada beberapa perubahan yang terjadi di unit kami, keuangan. Alhamdulillah perubahan yang positif bagi saya dan (mudah-mudahan) bagi teman-teman keuangan lainnya, hehehe... Selain perubahan job desk, salah satu beda yang kita rasain tuh soal kas keuangan. Kemarin, akhir-akhir tahun 2017 kemarin, si bapak manager kami (namanya pak Al) beri ide tentang "gimana kalau kita punya uang kas?". Wuw,,udah kayak kita semasa sekolah dulu kan? hehehe..


Awalnya semua pada ha he ho ha he ho bingung gak ngerti. Buat apa juga uang kas. Ternyata tujuannya itu buat uang kita rekreasi ke tempat-tempat wisata dalam maupun luar daerah. Langsung deh semua pada senyum-senyum setuju  karena mulai ngebayangin wisata ke Sumbar bawa keluarga haha.Pelan-pelan semua pada ngumpulin duit, tiap gajian langsung setor sesuai jumlah-masing-masing yang sudah ditentukan. Semakin besar grade gaji, semakin besar iurannya. Dan ini harus, kalau mau jalan-jalan. 😉


Nah tanggal 7 Januari 2018 kemarin kita jalan-jalan deh. Masih di dalam kota aja dulu, testing sebagai permulaan. Tempat yang kita pilih itu di Agrowisata Tenayan Raya Pekanbaru. Pertama kali sih saya kesini, jadi sangat exited pengen liat dan ngerasain piknik di Agrowisata ini. Kalau diintip dari mbah gugel, tempatnya sangat edukatif untuk  anak-anak yang sudah mengerti tentang bercocok tanam maupun mengenal lingkungan.
 









Biaya masuknya cukup murah, cukup sekitar Rp 7.000 (kalau saya gak salah ya, pokoknya terjangkau deh). Fasilitasnya  cukup lengkap, ada toilet bersih, musholla, kantin, ada saung yang bisa kita sewa. Kalau untuk saung kecil, cukup sewa Rp 7.500 saja. Dan untuk saung besar (untuk gathering) dikenakan Rp 10.000 saja. Murah kan? Nah, nanti disini kita bisa metik jambu, jagung, lengkeng, memancing, main flyingfox, panahan, lihat kambing, bebek, pokoknya banyak dan gak bakalan mati gaya kalo kesini hehe.

Planning-nya kita, sampai disana sekitar jam 10 pagi, kita petik jambu dulu, lalu mancing ikan untuk makan siang. Karena jambu-jambunya belum siap untuk dipetik, yaudah, di skip aja, diganti dengan mancing. 90% makan siang ini kita bawa sendiri dari rumah. Masing-masing diberi tugas bawa apa-apa aja. Dihidangkan semua, dan kita makan deh. Plus, ikan yang tadi dipancing, kita minta gorengkan ke kantin depan. Dan gak lupa tambahannya berupa gorengan dan jagung rebus. Hummm...yummy




















Sampai jam 4 sore, udah lelah dan penuh daki di badan, akhirnya kita pulang ke rumah masing-masing. Capek tapi senang. Bisa weekend sama teman-teman kantor sekaligus sama keluarga. Paket hemat tapi komplit 😄.

Rabu, 03 Januari 2018

WELCOME, 2018

Assalamualaikum blogger readers. Wuiiih,,udah 2018, baru kemarin bikin resolusi 2017, eh...udah 2018 aja. Rasa-rasa waktu cepat banget yak berlalu.

Sedikit flashback resolusi 2017 kemarin:
-Januari, ini awal bagi saya untuk lebih dekat lagi dengan sang pencipta. Semoga tahun ini saya jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya jika dipandang dari segi agama. Yes i know, umur saya udah pasti nambah tua tahun ini

-Februari, pernikahan saya dan suami insyaallah memasuki 2 tahun. Ingin merayakan bertiga bersama si kecil di suatu tempat.

-Maret, si kecil insyaallah genap setahun, akan ada hadiah dari Ayah dan Bunda sebagai rasa syukur kepada Allah atas kelahiranmu nak

-April, Mei  s/d Desember, kerja kerja kerja... Jualan jualan jualan... Hahaha

Alhamdulillah, sekitar 60% resolusi tahun 2017 terwujud. Merayakan pernikahan di suatu tempat (yaitu menginap di hotel bertiga dengan si kecil) terwujud. Lalu bukti syukur kami atas kelahiran si kecil di umurnya setahun, yaitu aqiqah, sudah terlaksana di bulan April. Kemudian giat bekerja dan jualan juga alhamdulillah masih terlaksana. Hanya sedikit ngadat di penjualan handicraft karena masih disibukkan dengan mengurus si kecil. Dan resolusi untuk lebih  mendekatkan diri kepada Allah, saya belum bisa terlalu menilai apakah bisa dikatakan lebih dekat, atau sama saja. Biarlah Allah SWT yang menilai saya :)

Dan tibalah saatnya memikirkan resolusi untuk tahun yang baru. Sudah menjadi kebiasaan saya untuk selalu membuat  resolusi jelang awal tahun baru. Supaya hidup saya lebih tau tujuannya. Dan ada target-target yang harus saya capai untuk meningkatkan kwalitas hidup saya didunia ini.

Untuk tahun 2018, saya berharap lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan resolusinya adalah:
-Teteup, lebih mendekatkan diri kepada sang Pencipta, Allah SWT
-Menjalankan usaha saya dengan model yang baru, semoga bisa berjalan dengan lancar.
-Nambah momongan (hahahaha...aamiin)
-Liburan ke luar kota, BDG? FLZ? JKT?

Segitu aja ah. Jangan banyak-banyak, tar pusing ngejarnya gimana hehehe... Semoga terwujud yaaa,. Resolusi teman-teman juga mudah-mudahan terwujud. Semangat..Fighting..Caiyooo!!

Oia, ini ada gambar hasil belajar untuk new product CitCutHandicraft. hehehe...
                        

Selasa, 21 November 2017

Udah 4 Tema

Kemarin saya sudah cerita tentang "latihanpegangkuas" di indstagram. Boleh buka lagi ceritanya di sini. Nah Setelah ngikutin tema pertama, saya jadi ketagihan ngikutin tema-tema setiap minggunya. Plus jadi tukang kepo. Tiap bentar buka instagram latihanpegangkuas buat liat hasil lukis teman-teman yang di tag ke sana. Duh, cakep-cakep amat hasilnya. 😍


Dari tema pertama, Donat, ini hasil karya saya. Alhamdulllah masuk di deretan foto-foto yang di-capture mbak Puri dan masuk instastory latihanpegangkuas 💜


Lalu tema kedua, Tas.
Ceritanya ini Sabil, dengan tas unicorn. Menurut saya bagus sih, tapi gambar ini gak berhasil membawa foto tema tas ini masuk ke dalam captur-an mbak Puri. Huhuhu 💔 



Tema ketiga: Dinosaurus. Saya kembali berjaya. Senang sekali waktu tau tantangan berikutnya adalah Dino. Sejak keponakan saya Dimas suka sama dino, saya jadi rajin gambar dino. Ditambah buku Dimas bergambar dino-dino lucu. Saya jadi udah bisa ngebayangin mau gambar apa. Dan lagi-lagi, bisa masuk capture mbak Puri dan masuk ke instastory latihanpegangkuas. Hehehe 💜


Tema keempat, Tanaman. Aduuuh ini tema berat. Bukan berat dari segi menggambarnya, tapi berat dari hati saya untuk ikutan karen gambar teman-teman yang posting hasil gambarnya tuh bagus-bagus semua. Kece-kece. Ajegileeee... Apalagi di tema kali ini, 2 gambar yang terpilih bisa ngedapetin tas lucu.

Gak tau deh hasilnya gimana. Belum ada pengumumannya sih. Saya berharap sih dapat tasnya. Tapi setelah melihat hasil teman-teman lain, saya hanya berharap gambar saya di capture mbak Puri 🙏

Sabtu, 11 November 2017

Sakit, Jangan Khawatir

Sudah 1 tahun 8 bulan umur Sabil, artinya hampir 2 tahun saya belajar menjadi seorang ibu. Ternyata menjadi seorang ibu itu benar-benar Emejing Cekulay (baca: Amazing Sekali 😁).

Disaat anak sehat wal afiat, uh...menyenangkan sekali. kami bermain, bernyanyi, tertawa, jalan-jalan, nonton video, macam-macam deh. Tapi ketika sakit, oh nooo...nooo... 😵

Waktu Sabil masih kecil-kecilnya, dia jarang sekali sakit. Tapi setelah mulai tambah bulan, frekuensi Sabil sakit agak sering. Yang dulunya cuma hangat-hangat badan setelah imunisasi, sekarang malah gak ada imunisasi tiba-tiba demam. Kalau kata orang tua sih, tambah kepintaran. Ya mungkin juga sih, apalagi setelah demam, memang ada saja kepintaran Sabil yang baru hehehe... lagipula kata mama, umur setahun - dua tahun itu umur yang wajar kalau si kecil sakit. 

Selama 1 tahun 8 bulan ini juga saya belajar membaca kondisi Sabil ketika sakit. Ketika Sabil  demam, nafsu makan Sabil stabil dan dia tidak cengeng loh. Dan saya tidak terlalu khawatir. Saya selalu menyediakan alat tempur seperti termometer badan. Ini penting untuk tau suhu badan anak, kita bisa mengontrol demam anak apakah naik atau turun, sehingga bisa mengurangi kemungkinan anak terkena step. Lalu sediakan juga obat penurun panas seperti paracetamol dan kompres siap pakai. Kalau sudah tiga benda ini ada di rumah, Insyaallah saya bisa meninggalkan Sabil dengan tenang saat pergi ke kantor. Dan yang paling bikin saya tenang, ada dua tante-tante dokternya yang selalu memantau perkembangan Sabil. Alhamdulillah.


Disaat Sabil flu biasanya diikuti dengan batuk, disini saya agak repot. Tiap malam hari batuk Sabil selalu kambuh dengan dahsyatnya. Terkadang diiringi dengan muntah. Bisa saya tandai siklusnya: malam hari - minum susu - batuk - muntah - tidur -sesekali menangis karena batuk dan hidung tersumbat. Jadilah saya kurang tidur saat itu karena kaget dengar batuk Sabil sedang enak tidur.

Pernah suatu hari Sabil demam tinggi sekali. Rewel, nangis-nangis melulu. BAB-nya juga sering banget. Udah kayak diare. Pagi hari sih demamnya tidak terlalu tinggi, tapi begitu sore dan malam hari demamnya bisa naik sampai 37 derajat. Tapi frekuensi BAB-nya tetap sering. Tidur Sabil pun jadi susah. Dia akan nyaman ketika tidur sambil dipeluk dalam kondisi duduk. Alhasil saya dan suami mengatur posisi bantal agar saya bisa tidur duduk sambil memeluk Sabil supaya tidurnya lelap. Esok harinya saya ingin sekali memberikan kelapa muda asli untuk Sabil. Suami pun membelikan dan segera kami minumkan. Gak berapa lama punggung Sabil penuh dengan bintik merah. Setelah diperiksa tantenya, ternyata Sabil kena campak. Setelah minum obat, perlahan Sabil pun sehat.

Dan kemarin, Sabil sakit mata. Waduuuh,, kasihan melihat matanya penuh dengan belek ketika  bangun tidur. Dan lebih kasihan lagi ketika ditetesi obat mata. Pasti agak pedih-pedih sedikit. Dan menurut tantenya, sakit mata Sabil disebabkan oleh bakteri dan harus diobati pakai obat tetes mata. Sabil sih pegang sembarangan, trus ngucek-ngucek mata, jadi sakit kan? Cian anak bunda 😭.

Kesimpulan hasil belajar saya dalam menghadapi anak sakit:
1. JANGAN PANIK (di capslock dan bold, karena penting). Bersikap tenang akan sangat membantu orang tua dalam mengambil tindakan medis yang diperlukan anak.
2. Kalau anak demam, bajunya jangan tebal-tebal, cukup baju tipis. Kadang malah Sabil saya pakein singlet aja. Kompres dengan air hangat atau kompres siap pakai. Boleh dikompres di titik-titik tertentu, misalnya ketiak, kening, lipatan kaki. Jangan lupa untuk selalu memberi air putih supaya anak rajin pipis.
3. Ketika anak muntah, biarkan muntahnya keluar. Beri minum air putih hangat, lalu bersihkan badan dan pakaian anak. Beri minyak telon ke badan anak supaya terasa hangat dan nyaman.
4. Perhatikan makan anak selama sakit.
5. Kalau anak diare, beri minum sebanyak-banyaknya biar gak dehidrasi.
6. Kalau anak dirasa masuk angin, coba beri ramuan tradisional yaitu minyak dan bawang merah untuk dipijatkan ke seluruh tubuh. 
7. Jika sakit anak dalam 3 hari tidak sembuh dan jika kondisi anak semakin parah, jangan ragu untuk membawa ke dokter.

Kira-kira segitu tips singkat dari saya. Intinya sih gak boleh panik ya buibu...pakbapak... Dan semoga anak-anak kita sehat-sehat selalu.

Senin, 30 Oktober 2017

DONUT EVER GIVE UP

Menggambar memang sudah sejak kecil jadi hobi saya. Kalau sudah waktunya pelajaran menggambar di sekolah, saya pasti semangat. Ditambah lagi beli peralatan menggambar di toko buku gak kalah menyenangkan. Melihat sederet crayon, pensil warna, cat air, mencium wangi pensil yang berjejeran, wangi kertas-kertas baru, itu syurga buat saya. Apalagi kalau isi toko bukunya bisa saya bawa pulang semua. Gratis. Pasti menyenangkan. 😋

Dan sejak kecil juga saya gak begitu terlalu mendalami cara-cara menggambar maupun melukis. Yang penting dulu di pikiran saya adalah bagaimana cara main ini, main itu, semuanya tentang main. Bahkan sampai-sampai saya tidak tau karakter menggambar saya itu seperti apa. Pernah mencoba menggambar ala-ala manga, tapi gagal. Sudah mencoba men-sketsa wajah orang, duh lebih gagal lagi. Dan akhirnya saya males buat menggambar. Karena menurut saya bakat menggambar saya gak sehebat orang-orang lain yang menggambar kartun manga dan sketsa wajah. ya ampun sempitnya pemikiran saya 😢

Tapi, waktu saya mencoba melukis sebuah kaleng dengan cat akrilik, mata saya merasa terbuka. Saya merasa gak pernah bosan untuk menggambar seperti gambar anak-anak dengan warna yang pekat. Saya coba untuk menguatkan karakter itu. Dan saya bangga sekarang hehehe...

Sebelum ketemu akrilik, saya sempat mencoba menggambar dan mewarnai menggunakan crayon, spidol warna, pensil warna, cat air, cat minyak, cat poster, sekedar ingin tau seperti apa "cara main" alat tempur mewarnai ini. Saya suka semua. Dan sekarang lagi rajin-rajinnya mencoba melukis ala-ala watercolor.

Awalnya nggak pandai dan menurut saya hasil gambar saya itu jueleeek banget. Waktu itu saya mencoba menggambar bangau dan bunga-bunga seperti ini:



Lalu mencoba lagi pakai Reeves Soft Pastel, ternyata lebih gak ngerti lagi cara pakainya gimana yang bagus dan enak. Agak menyerah sampai disitu. Karena saya ngerasa kok jadi eneg liat gambar sendiri. Sampailah akhirnya saya melihat instastory @latihanpegangkuas yang ngajakin posting karya gambar kita (yang pasti pakai kuas). Bakal ada tema yang  berbeda di tiap minggu. Wah,seru kan kalau setiap minggu kita bisa ikutan. Walaupun gak dapat hadiah, paling gak buat menantang diri sendiri sekaligus memanjangkan imajinasi hehehehe...


Untuk pertama kalinya @latihanpegangkuas ngajakin kita gambar donat. Bebas donatnya kayak gimana yang penting  judulnya donat. Karena momennya pas banget dengan give up nya saya kemarin, jadilah digambar donatnya saya tambahin quotes: DONUT EVER GIVE UP atau tulisan normalnya DON'T EVER GIVE UP. Karena yang diperlukan adalah usaha, coba lagi, coba terus, terus dan terus. Insyaallah, usaha tidak menghianati hasil. Practice makes perfect.


 Note: Postingannya dilike dan komen sama mbak Puri Idekuhandmade. Hiyay... 💟


Selasa, 10 Oktober 2017

Cigarettes Wedding

Memposting ini sebenarnya sama sekali sangat-sangat telat. Bukannya gak mendukung, tapi gak sempat mikirin isi tulisannya itu loh (😝 Hahaha alasan). Tapi saya tetap ikut bersyukur. Usaha dan kerja keras kamu dan teman-teman membuahkan hasil (faynelliiihh). Jadi ceritanya begini...

Perkenalkan salah satu band indie beraliran musik post-rock asal Pekanbaru bernama Cigarettes Wedding. Anggotanya ada El Kautsar Nazer (vocal), Tengku M Fadli (bass,vocal latar), Arri J Pratama (gitar,keyboard) dan Adeltra S Nugraha (drum).Bertempat di Rindang Pekanbaru, hari Senin 17 Juli 2017 lalu mereka mengeluarkan album berjudul “Senantiasa”. Tanggal 28 Okotober 2016, mereka sebelumnya sudah merilis single “1989”.


Lamaaaa banget rasanya untuk mereka mengeluarkan album ini. Saya sebagai istri salah satu dari personil nih ikut ngerasain waktu demi waktu mereka ngerjain album ini. Dari mulai masa pacaran - nikah - belum hamil - hamil - melahirkan - membesarkan anak hingga 1th. Tuh, lama banget kan?

 
Yang saya tau, ada 8 lagu di album ini. Untuk proses rekaman Cigarettes Wedding ini dilakukan di Rizon Studio Pekanbaru dan untuk mixing-nya sendiri dilakukan di Red Studio di Bandung. Untuk proses mixing/mastering dikerjakan oleh Indra Adhikusuma. Cigarettes Wedding banyak dibantu banyak pihak,contohnya lagu “Cerita Langit” yang dibantu oleh Didi bassis dari band Under The Big Bright Yellow Sun asal Bandung untuk pengisian suara latar, clap hand dan narasi, lalu dalam penggarapan video musik lagu “Cerita Langit” dikerjakan oleh Anggito Rahman dari band  Sungai/Anggisluka Yogyakarta. Untuk pengerjaan cover, mereka melibatkan dua seniman yaitu A.Zulkarnaen dan Anton Yuniasmono.

Sedikit yang saya tangkap hasil chit-chat sama suami adalah, Kalau musik Cigarettes Wedding ini banyak terinfluence dari musiknya Sigur Ros, Radiohead, dan Efek Rumah Kaca dan lain-lain yang saya gak hafal namanya (yang familiar di telinga saya ya cuma 3 itu hehehe). Jadi bisa kebayang kan musik mereka tuh kayak gimana.


Dan untuk teman-teman yang ingin mendengarkan lagu-lagu mereka, silahkan mampir ke:
souncloud, youtube, dan instagram. Jangan lupa juga untuk follow dan subscribe atau apalah-apalah semua ya? 😇

Dan kalau kamu mau beli album mereka, silahkan lihat titik distribusi album mereka di bawah ini:


Mereka juga punya merchandise kaos yang best quality untuk teman-teman semua. Salah satu kaosnya seperti yang kami sekeluarga pakai ini...


Support our local band kita ya temans. Selamat membeli albumnya dan Selamat mendengarkan..

Jumat, 08 September 2017

Makeover Wakai

Sewaktu hamil dulu, kaki saya sempat membesar. Walaupun gak membesar drastis, tapi kalau pakai sepatu sudah mulai kesempitan. Sakit kalau dibawa berjalan. Jadi harus beli sepatu baru yeeeey...👏😝

Pas banget ada promo dari Wakai semacam buy 2 paid 1 gitu. Artinya kita bisa beli 2 sepatu Wakai dengan bayar 1 sepatu Wakai. Wuwuwuwu...😗

Eh tapi...siapa yang bisa diajak join buat beli sepatu ini ya? Ini bukan tipe sepatu suami, pasti dia gak bakalan mau beli. Putar otak, pikir-pikir dan AHA!! Kakak ke-3 pasti mau. Bener aja. Ternyata dia mau. 😁 

Tapi itu setahun yang lalu, kisah dimana saya akhirnya punya sepatu Wakai hijau army ini. Dan setahun kemudian, sepatu ini  mulai memudarkan warnanya karena keseringan dipakai (Hmm...mungkin karena dia lelah 😕). Apalagi dengan berbahan kanvas membuat sepatu ini cepat memudar. Hijaunya tak seindah hijau army yang dulu. Saya jadi sedih 😭.


Hasrat hati tak ingin lepas dari sepatu ini masih besar (hyaiyalah...secarra harganya itulooooh... 😪). Hemmm,,,gimana yaaaa biar sepatu ini gak malu-maluin kalau diajak jalan. Salah satu cara harus makeover. Bener kan?

Berbekal kuas dan cat akrilik, ZAP...ZAP...ZAP...BERUBAHHH!!!






Hijau army berubah menjadi hijau bukan army (???). Bisa dilihat perbedaan saat memudar dan setelah di cat ulang. Not bad. Dan sekarang sudah gak khawatir lagi kalau mau jalan pakai Wakai. Udah kayak cintaku terhadap suami, gak pudar 💚