Mengenai Saya

Foto saya
for contact please email: sandraelita@gmail.com

Label

Rabu, 06 Februari 2019

Mandeh

Assalamualaikum...selamat pagi... (pada saat penulisan blog ini masih pagi loh yaaa). Pa kabar semua? Sehat? Idiiih,,,basa basi banget hahaha...) Lagi hepi soalnya nih, karena selesai jalan-jalan. Tapi jalan-jalannya belum bisa jauh-jauh, masih sekitaran Sumatra dan masih ke propinsi tetangga, yaitu Sumatra Barat (kita singkat menjadi Sumbar).

                        
Sebenarnya gak bisa nolak juga kalau diajakin new trip ke Sumbar, karena di Sumbar sendiri destinasi wisatanya tuh bisa dikata buanyaaaakkk banget banget banget. Dan trip kali ini kita tuju adalah Pulau Mandeh.


Agak spesial perjalanan kali ini buat saya, karena ini kali pertama jalan jauh bersama teman-teman kantor se-unit dan saya cuma "solo" di tengah teman-teman yang berangkat bawa keluarga inti. Semua ini terjadi karena suami juga jalan-jalan ke pulau lain bersama teman kantor juga, hiks.


Berangkat dari Pekanbaru pukul 20.00 wib, kita cyuuusss tancap gas ke Sumbar. Di perjalanan sempat hujan dan agak macet, jadi sedikit cemas dengan jadwal sampainya kita di Padang. Dan berhubung ini sifatnya tour, kita wajib yang namanya on-time. Untuk lama perjalanannya sendiri, dari Pekanbaru ke Padang memakan waktu lebih kurang 9 jam. Dan untungnya kita bisa sampai tepat waktu di dermaga pukul 08.00 wib dan sudah ditunggu sama tour guide kita. Sudah sarapan, ganti baju, artinya kita siap main-main ke pulau. Ciaaaoooo....

Pertama-tama, kita berangkat dari dermaga menuju ke suatu tebing. Nah, di tebing ini nanti kita bisa melompat ke laut dari ketinggian. View di bawah laut ada terumbu karang dan ikan unyu-unyu. Selesai lompat-melompat, kita bisa diving melihat ikan. Cumaaa...karena awan mendung muncul, angin kencang dan ombaknya mulai tak bersahabat, jadilah kita mau gak mau harus selesai diving. Uuuhhh...sayang banget loh :(


 


Skip diving, jadwal berlanjut ke hutan mangrove. Dan kita harus jalan ke dalam lagi kalau mau main-main ke tepi pantai desa Kapo-kapo. Pantainya sepi banget, jadi masih lestari dan gak ada sampah pengunjung yang berserakan. Main air sebentar, dilanjutkan dengan makan siang. Makan masakan rumahan sambil duduk di tepi pantai. Wuuaaahhh....

 


 

  


 
 


 
Tapi memang cuaca lagi gak bisa diajak akur, lagi enak-enaknya makan malah hujan, dan  lama-kelamaan makin lebat. Karena hujan, kita harus delay dulu trip berikutnya. Gak bagus juga menyusuri laut di tengah hujan begini. Dan setelah hujan mereda, kami pun lanjut main air lagi ke Pulau Sutan. Di pulau ini ramai banget, karena banyak aktivitas yang bisa dilakukan, misalnya main banana boat, donat boat, jet sky, atau permainan-permainan lainnya. Pilihan kami jatuh pada permainan banana boat :D

 
 
 

:: ikan fugu ::

 


 

 

 


  

Capek main-main dan hari sudah mulai sore, waktunya ke penginapan. Tapi sebelumnya mampir dulu ke kerambah ikan. Mau beli ikan, buat bakar-bakar di penginapan. Pertama kali nih ke kerambah ikan di laut, saya sangat w.o.w sekali. Bermacam-macam ikan disana, ada lobster juga, kerang, waaah keren banget dan menggemaskan. Cuma karena takut HP ke cemplung, gak berani foto deh. Tapi sumpah, suka banget.

 


 
Pulau Mandeh, disinilah kami menginap. Penginapan ditepi bukit dan ditepi pantai. Lautnya sendiri bersih dan jernih. Karena penginapannya sendiri di pulau, jadi suasananya sangat tenang. Kita juga bisa mendaki bukit untuk melihat pemandangan sekitar pulau Mandeh. Ke sini lagi? Ayuk! :D
 


 
 



 

 

 

 

 

 

Sabtu, 15 Desember 2018

Menginap di Pangeran Hotel

Seperti cetita bulan Agustus yang lalu, saya mendapat posisi kedua untuk Best Employee di kantor. Ada reward yang didapat selain uang tunai. Salah satunya adalah voucher menginap di hotel Pangeran Pekanbaru. Dan hari inilah kesempatan kami untuk menggunakannya. Hehehe...




 

Kamis, 16 Agustus 2018

Best Employee of the year

Dalam rangka merayakan hari jadi Indonesia yang ke-73 tahun, dan sekaligus pemilihan Best Employee yang ke-3, kantor kita mengadakan acara 17-an di hotel Aryaduta Pekanbaru. Acara yang dimulai selepas kerja ini diisi dengan perlombaan-perlombaan group. Setiap perlombaan memiliki sati poin kemenangan yang akan dijumlahkan di akhir acara. Group mana yang paling banyak mengumpulkan poin kemenangan, dialah sang juaranya. Tentu saja lomba ini ada hadiahnya yaitu uang tunai. Otomatis, semua semangat untuk menang. Persaingan menjadi sengit. Wew... Sebelum lomba, pemanasan dulu gaes... 


Group kami diberi nama Dangerous Good alias DG. Ini adalah salah satu jenis komoditi barang kargo yang dikirim oleh kargo Garuda Indonesia. Terdiri atas aku sendiri, winda, bundo evi, raka, bang egi, dan agung.

Adapun perlombaan terdiri dari:

Lomba mengisi ember dengan botol

Memindahkan tepung secara estafet


lomba mengambil air dengan gelas secara bergandengan

dan oper bola pingpong dengan sendok

Semua basah, kotor, capek tapi seruuu... Diakhir perlombaan, diumumkanlah siapa kandidat yang layak dipilih untuk menjadi best employee. Ada ... kandidat. Setiap kandidat diberi kesempatan untuk kampanye singkat tentang kenapa ia layak menjadi best employee. Setelah semua selesai berkampanye, setiap karyawan diberikan kertas pencoblosan pemilihan. Termasuk para kandidat ikut memilih. Sebelum pemenang diumumkan oleh panitia (para manager menjadi juri lomba hehehe), kami dipersilahkan untuk mandi dan mengganti baju dan dilanjutkan dengan makan malam. Setelah makan malam akan diumumkan siapa juara lomba 17 Agustus dan siapa yang meraih gelar Best Employee.

 

- Kampanye dulu biar menang -






Makan malam selesai, pengumuman pun dimulai. Diawali dengan pengumuman pemenang lomba 17 Agustus. Syukur Alhamdulillah group kami dapat juara ke-2. Horeee... 

Dan tibalah saatnya pengumuman best employee. Deg-degan sekali sodara-sodara. Satu persatu dipanggil berdasarkan siapa yang mendapatkan suara terendah hingga suara tertinggi. Sama sekali gak menyangka kalau akhirnya aku dapat juara dua. Ya Allah senangnyaaaa hahahaha. Dan selamat untuk Winda jadi Best Employee of the year. Woohoooo... 

 



Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-73...


 

Selasa, 03 Juli 2018

Triple reunion

 Siapa yang gak kangen sama temen-temen ketika gak pernah lagi ketemu selama beberapa bulan, bahkan tahun. Apalagi ketika masing-masing sudah berkeluarga, punya anak, membuat durasi pertemuan udah gak seperti dulu lagi. Intensitasnya berkurang. 


Tapi, selagi ada waktu ketemu, waaah seru nih. janjian ajakin sana-sini biar rame. Spending time bareng-bareng biar ramai. Plus bawa para suami-istri dan anak2anak.


Ini nih kemarin selama tahun 2018, kita ada tiga kali reuni kecil, ketemuan sama teman-teman. Karena suami dan para istri saling kenal, jadi enak nih menyatukan kedua belah pihak hahahaha...


Yang lebih serunya lagi ketika harus jejerin anak-anak kita yang masih cimit-cimit balita-batita. Rusuh... Momen begini gak bisa dilewatin sih emang. Karna gtau lagi kapan seperti nin lagi. :)









Sabtu, 31 Maret 2018

PeJe

Dulu, waktu masih jadi anak rumahan papa-mama, saya gak terlalu tau banyak tentang apa sih yang ada di Pekanbaru ini. Baru setelah saya kenal dan pacaran dengan Asenk (Alhamdulillah sekarang jadi suami), cukup banyak hal-hal yang baru buat saya yang dikenalkan sama Asenk. Maklum, Asenk lebih "pejalan" daripada saya. Salah satu kegemaran Asenk selain nge-band, ternyata Asenk tuh suka hunting-hunting barang bagus di PEJE. Dan entah datang malaikat darimana, Asenk tuh selalu nemuin barang-barang original luar negri dengan kwalitas yahud.

Btw, kalian tau Peje gak sih? kalau orang-orang bilang sih Peje singkatan dari Pinggir Jalan (karena dulu jualannya di pinggir-pinggir jalan), ada yang bilang juga Pasar Jongkok (karena milih-milih barangnya sambil jongkok) atau kalau mau ditarik intisarinya lagi, Peje itu semacam pasar yang menjual barang-barang secondhand. Kalau di Pekanbaru sebenarnya ada beberapa titik tempat peje-peje ini ada. Tapi kalau kami seringnya ke peje di pasar Kodim.









Pertama kali Asenk ngajakin ke peje, saya tuh kayak mikir gini: "iyuuuh masa beli pakaian yang second. Kan gak tau barang-barangnya darimana, yang pakai gak tau siapa, keringatnya bau gimana" dan pikiran-pikiran lainnya yang cenderung negatif. Malahan saya pernah berfikir "kalau beli pakaian/seprei di peje trus ternyata baju/seprei itu sebelumnya dipakai sama korban pembunuhan, trus kita beli dan pakai baju/seprei itu, jangan-jangan nanti dihantui sama yang punya baju/seprei" hahaha...ih kan scary. Karena waktu itu jamannya masih pacaran, masih nunjukin sisi manut, yawdah, ikutan aja deh ke peje hehehehe...

Sampai di peje kodim, huwow... agak takjub. Buuaaanyak banget baju-baju, celana, sepatu, tas, seprei, gorden, selimut, bed cover, topi, outer, sampai daleman juga ada (hahaha..kalau yang terakhir saya gak akan pernah beli, suer...). Kalau kita jeli mencari, kita bisa loh nemu barang yang masih benar-benar baru, bahkan masih ada label/tag pakaian dari store-nya. Trus juga, bisa nemu barang baru tapi ternyata kawe, atau juga nemu barang second tapi label produknya tertulis "Made in USA", "Made in Japan", "Made in Brasil" dan made in - made in negara lainnya. Yang model begini nih yang dicari Asenk dkk.

Emang deh ya, hati manusia (baca: cewek) paling bisa banget goyah kalau urusan belanja. Padahal di awal agak males, tapi gak taunya eike zemangat juga guys!!! ahahaha...

Sejak awal kenal peje, paling yang dibeli cuma jacket, baju, sepatu, outer seperti rompi/vest asli dari luar maupun asli merk-merk tertentu. Karena barang-barang yang begini yang menurut saya yang aman buat dicuci, dipakai dan bangga makainya  karena barangnya original. Dan ini dia beberapa barang yang dulunya saya beli di peje, dan sekarang masih awet dan masih dipakai:


Kalau boleh membandingkan, peje di Pekanbaru masih kalah sih sama peje Batam, Tembilahan maupun Tanjung Balai. Tapi kalau hanya sekedar memuaskan keinginan belanja barang-barang second, peje ini boleh deh jadi pilihan. Happy Shopping :D