Mengenai Saya

Foto saya
for contact please email: sandraelita@gmail.com

Label

Rabu, 08 Februari 2017

Minder...

"Merasa gak keren dan gak pantes main sama orang-orang tertentu? You know what? Pada saat kita berfikir seperti itu, begitu juga dengan orang lain. So, jangan biarin pikiran kita yang kayak begini mengintimidasi kehidupan kita. Nggak perlu "naik-naikin" kekurangan dan mengubur kelebihan kamu. Do the opposite! Once you feel confident, you look confident"

 

Kutipan diatas pernah saya baca di http://www.gogirlmagz.com/. Tapi lupa artikel yang mana hehehe 😁. Waktu membaca artikel itu trus berfikir "kok ini saya banget ya?".

Dari sebanyak-banyaknya sifat atau tabiat atau kebiasaan atau apalah-apalah itu yang ada di dalam diri, merasa gak pede dan gak pantes temenan sama orang-orang tertentu ini saya alami banget. Bukannya sejak dewasa aja perasaan ini saya dapat, bahkan sejak kecil saya sudah minderan. Contohnya waktu sekolah dasar. Teman-teman pada sibuk bermain. Sementara aku, cuma bermain di dalam kelas berdua, bersama teman saya Anggiria yang punya sifat pemalu. Hal ini juga saya alami waktu SMP. Hanya saja di SMP saya mulai membuka diri. Teman-teman saya lebih banyak. Di SMA lebih banyak lagi. Pertumbuhan usia sejalan dengan perubahan rasa minder saya ini.

Tapi, punya banyak teman tidak lantas membuat saya hilang minder. Waktu daftar sekolah SMA, saya bertemu teman SD aku, Anggie (bukan Anggiria tadi ya). Kami bertegur sapa. Tapi saya merasa minder ketika melihat teman-teman Anggie yang dimata saya terlihat keren. Mulaaaaiii minderan lagi. Padahal tidak ada larangan siapapun bergaul dengan siapapun. Tapi kok ya minder gitu.

Memasuki dunia kuliah nih, saya merasa minderan saya mulai hilang. Percaya atau gak ternyata kepercayaan diri saya timbul ketika saya berhasil menjadi seorang penyiar di salah satu radio swasta semasa saya kuliah dulu. Kenapa minder saya bisa berkurang jauh? Ceritanya begini...

Awal saya mulai belajar menjadi penyiar (waktu itu saya masih kuliah), saya dan teman-teman saat itu disarankan untuk mencari nama on-air. Tujuannya adalah supaya kami bisa meninggalkan segala problem yang didapat mulai dari rumah sampai ke studio. Jadi, ketika sudah sampai di studio, secara otomatis kita udah berubah wujud menjadi seorang penyiar tanpa masalah dan siap menghibur pendengar dengan senang hati. Dan nama yang saya pilih adalah Mory. Gak ada artinya siiih.

Uniknya, saya selalu secara spontan berubah menjadi Mory, dan berubah menjadi Sandra. Ketika sampai di studio atau berkumpul dengan teman-teman radio, maka si Mory yang dominan. Sementara ketika bersama keluarga atau teman kampus, maka si Sandra yang dominan. Dan antara Mory sama Sandra ini berbeda jauh. Mory, karakternya lebih ceria, terkesan anak yang pintar dan berwawasan luas (kata beberapa pendengar yaaa hahaha), lebih supel (apalagi setelah menjabat sebagai Program Director harus punya jiwa pemimpin dan ramah). Sementara Sandra, pemalu, gampang bete, dan lebih suka diam ketimbang ngobrol.

Karena terlalu sering siaran ketimbang kuliah, saya merasa Mory lebih menguasai diri ini ketimbang Sandra. Saya jadi lebih ramah, lebih happy, mood lebih terjaga bahkan lebih pede. Dan pergaulan saya jadi lebih luas, gak malu berkenalan dengan orang baru tanpa merasa "gue pantes gak ya temenan sama dia?". Karena saya merasa saya juga gak kalah hebat dari orang-orang. Saya seorang crafter dan penyiar pula yang gak semua orang bisa jadi penyiar radip. Dan alhamdulillah ini efek yang benar-benar saya rasain jadi penyiar yang punya self esteem. Efek bagus kedua, dapat pacar (sekarang suami) yang ngerti saya banget dan gak sungkan buat ngenalin saya dan hasta karya saya ke teman-temannya. Bahkan suami juga yang selalu support kerajinan kreatif saya dengan bilang "ai bangga punya istri kreatif". *blushing*. yiay... Pudarlah sudah rasa minder itu. Yah kalau sekali-kali muncul, paling gak udah gak separah masa SD. Haks


Senin, 06 Februari 2017

Fam Time

 
Sebelum memulai tulisan panjang lebar, terima kasih dulu untuk suami yang udah berhasil mendapatkan voucher 500k dari kantor atas pencapaian kerjanya. Horeee...🙌🙌🙌 Dan waktunya kita bersenang-senang.

Dari banyaknya hotel di Pekanbaru, kita milih Novotel sebagai tempat persinggahan semalam. Kenapa memilih hotel ini? Karena satu, harganya mahal (hehehe 😝). Kedua, dekat sama mal. Ekspektasi nih, kita bisa jalan-jalan menikmati hari bertiga disana. So, jadilah kita menginap satu malam di Novotel.

Berangkat dari rumah tanggal 4 Februari 2017 jam 4 sore (ha, lengkap!). Sampai disana, setelah mengurus administrasi, dapat kamar dan kita langsung stay semalaman di kamar. Rencana nih, begitu sampai di kamar, si kecil langsung diberi makan. Then, baru deh kita jalan-jalan ke mal nikmati malam minggu. Kenyataan? Si kecil makannya sejam lebih. Trus setelah makan langsung pup. Udah pup, nangis-nangis minta susu. Setelah diberi susu, mata sayu lalu zzzzzzz~. Rencana tinggallah rencana 😔.
 
:: View depan mal Ciputra dari jendela kamar kita ::

 

 

:: yaudasih, santai malam mingguan di kamar aja nemenin si kecil tidur ::
Pagi yang ditunggu akhirnya datang. Good morniiiing. Waktunya renang-renang lucu. Udah sarapan, si kecil perutnya udah kenyang, saatnya olah tubuh. Saya memilih gak berenang. Selain ribet gak ada kostum renang, pengen aja gituh santai-santai liatin suami sama anak cebar-cebur. Ini pertama kalinya si kecil berenang di kolam renang. Jadi moodnya jadi sedikit bete tapi seru. Coba deh liat foto-foto di bawah:

:: muka agak bete. Pakai pelampung tapi airnya dangkal ::

:: Di bawa ke kolam besar. Senang. Tapi gak mau dibawa ke tengah. Harus dipinggir deket bundanya 😚 ::


:: Udah senang, lama-lama bete karena ada yang mengganjal lehernya, yaitu pelampung. Mulai risih. Mulai marah-marah ::
 

:: Pelampung dibuka dan AHA...senang lagi ::
Acara renangnya gak boleh lama-lama. Airnya dingin. takut si kecil demam. Waktunya mandi bersih. karena "perkakas" si kecil tinggal di kamar, jadinya mandi bersihnya di kamar aja.
 

Harapan ke mal sebelah belum surut. tetap berencana ke mal setelah si kecil mandi ini. Eeeeh,,rupanya habis mandi nangis-nangis melulu dan matanya mengantuk. Jadi tidur dulu deh. Ditunggu lama kok gak bangun-bangun. dan kelihatannya tidurnya pulas. Mungkin efek badan capek habis berenang ditambah suhu ruangan yang adem bikin tidur si kecil lelap. Yoweislah, batal aja ke mal-nya. Sambil nunggu si kecil bangun, ada baiknya bersiap untuk pulang sambil foto-foto 😎



:: Fokus pada wajah kami berdua saja yaaa? hahaha 😊 ::

Rabu, 04 Januari 2017

Hello 2k17

Selamat tahun baru Masehiiii.... Tahun 2016 udah selesai. Mau atau tidak, semua beban PR di tahun 2016 selesai gak selesai mesti udahan. Mulai lagi bikin resolusi untuk tahun 2017 yang siap dikejar setahun penuh.

Kalau ditahun kemarin, saya kurang antusias untuk bikin resolusi. Karena di pertengahan tahun 2015 saya alhamdulillah hamil dan prediksi lahiran bulan Maret tahun 2016. Dan udah kebayang setahun penuh pasti disibukkan dengan urusan si baby. Kalaupun ada kesibukan lain di luar si baby (misal terima orderan CitCut), yaaaa saya anggap itu bonus dari Allah. Hahaha... 😊

Untuk 2017 ini....saya mulai berbenah. Mulai "hidupkan" lagi hidup aku. Dan ini HARUS. karena si kecil mulai tumbuh besar dan mulai gampang diatur, boleh deeeh bikin resolusi untuk tahun 2017. Semoga planning dan si kecil bisa "akur" ya hahaha 😝

Bismillah dulu untuk resolusi bulanan tahun 2017 ini:
-Januari, ini awal bagi saya untuk lebih dekat lagi dengan sang pencipta. Semoga tahun ini saya jadi orang yang lebih baik dari sebelumnya jika dipandang dari segi agama. Yes i know, umur saya udah pasti nambah tua tahun ini. 😔

-Februari, pernikahan saya dan suami insyaallah memasuki 2 tahun. Ingin merayakan bertiga bersama si kecil di suatu tempat.

-Maret, si kecil insyaallah genap setahun, akan ada hadiah dari Ayah dan Bunda sebagai rasa syukur kepada Allah atas kelahiranmu nak 😘

-April, Mei  s/d Desember, kerja kerja kerja... Jualan jualan jualan... Hahaha 😆

Kira-kira begitulah resolusi ngasal aku. Semoga berjalan dengan lancar yaaa. Aamiin...
Selamat Tahun yang Baru Semuuuuaaaaa~




P.S : Dan satu lagi resolusi saya yang gak kalah penting untuk blog ini, semoga makin rajin nulis, Hohoho

Kamis, 22 Desember 2016

Selamat Hari Ibu, Ma

Per tanggal 2 Maret 2016 kemarin, itulah titik balik dimana perubahan status menjadi seorang Ibu. Mulai nih merasakan gimana perjuangan yang disandang oleh seorang Ibu. Mikirin diri sendiri udah jadi predikat nomor 2. Dan yang menjadi predikat pertama otomatis adalah anak. Padahal ini masih level awal loh.

Gak ada sama sekali kepikiran soal yang namanya "yes, akhirnya bisa merayakan hari Ibu". Tanggal 22 Desember 2016 ini, ketika Ibu Spv Sales, Ibu Yuni ngucapin selamat hari Ibu, baru deh mikir "ohiya kan udah jadi Ibu" Hahaha 😝

:: mama ::
Jadi inget sama mama deh. Ibu dari 5 orang anak (saya anak ke 4 hohoho). Gimana setrongnya mama menghadapi anak-anak perempuan dengan berbagai kelakuan. Ada yang cantik dan ramah sehingga jadi idola lawan jenis, agak susah menjaganya. Ada yang diam-diam hobinya sakit. Ada yang cuek-cuek gak jelas. Ada yang keras kepala dan hampir tiap hari ngeselin dan bikin mama marah-marah (itu saya hahahaha 😝). Dan mungkin yang paling berat dihadapi mama adalah adik aku. Karena dia adalah anak yang "luar biasa".



Walaupun tidak pernah mengungkapkan secara langsung, honestly from my heart, i really love you so much. Dan yang lagi diinginkan saat ini adalah jadi anak gadis mama yang dulu dan patuh terhadap mama. Ma, kangen deh. Kapan-kapan masakin sayur pucuk ubi tumbuk lagi ya. Selamat hari Ibu ma, selamat hari kita 💟

Jumat, 09 Desember 2016

Random Post #1

Kadang kalau lagi kumpul-kumpul bareng teman atau lagi berduaan sama suami atau lagi bengong sendiri, tangan suka gatel gitu pengen foto ini-itu. Padahal sama sekali gak punya kemampuan fotografi topcer. Cuma yaaa seneng aja gitu. Hahaha 😝

Kalau dirasa-rasa ada yang bagus atau lucu, saya suka "jepret" sedikit. Lagi-lagi cuma karena yaaa...seneng aja gitu. Yaudalah, hasilnya dilihat aja langsung seprti dibawah ini. "Random Post #1"





Kamis, 03 November 2016

(Bukan) Liburan Kilat 2

Sambungan cerita "(Bukan) Liburan Kilat" kemarin, ini nih tujuan sebenarnya kita datang dari Pekanbaru ke Jakarta. Attending Nanda's wedding.

Di hari sebelumnya, kita jalan-jalan ke Detos (Depok Town Square) dan nyebrang ke Margocity. Temu kangen sama Yandra dan Adek, suami istri yang sedang menunggu kelahiran anak pertama mereka. Awalnya agak pesimis bisa ketemu sama mereka. Mengingat usia kehamilan Adek yang masuk semester akhir. Tapi ternyataa....bumil yang satu ini tangguh. Masih sanggup kemana-mana dengan perutnya yang 8 bulanan. Bahkan naik-turun jembatan penyebrangan. Kereeenn... Sehat-sehat dan lancar terus ya bumil. Sabil still waiting debay teman main tali merdeka hehehehehe....


Pulang-pulang dari Margo, hujan turun lumayan deras. Agak kesusahan mencari grabcar yang jemput kita. Karena banyak mobil yang antri di depan margo. Begitu tau mobilnya yang mana, yaudah kita naik dan langsung pulang.

Hujan gak berhenti sampai esok harinya. Malah makin deras dan hujan seharian penuh. Kami telat sih datang ke acara (untuk kategori keluarga hehehe...). Karena bukan orang asli sana, jadi gak tau gedungnya dimana dan yang mana. Setelah mencari sampai putar balik, akhirnya sampai di gedung Pandan Sari, Cibubur. Disaat kami sampai, pengantin baru berganti pakaian adat dan menuju ke pelaminan. Sampai acara selesai kita baru balik pulang. Sambil mengisi waktu, baiknya kita makan-makan dan foto-foto dooonk hohoho....


Rabu, 02 November 2016

(Bukan) Liburan Kilat

Liburan...oh...liburan. Ih...pengen banget keleus nikmati liburan. Santai-santai di pantai, oles-oles sunblock ke kulit, pakai topi pantai, gelar tikar sambil nikmati air kelapa muda.

Jadi gini... Jauh-jauh hari, sepupu Asenk (suami yang dicinta), kita sebut namanya Nanda, mengundang keluarga kecil kami ke acara pernikahannya di Cibubur, Jakarta di bulan Oktober. Dengan senang hati kita setuju buat hadir di hari bahagianya Nanda. Yeeeey jalan-jalan ke Jakarta :D Karena kita berdua yakin nih masih punya cukup banyak stok cuti untuk tahun ini. Cuti saya 9 hari dan cuti Asenk 7 hari.

Dan kemudian bencana kecil itupun datang. Asal muasal bencana ini datangnya dari kantor aku. Berhubung ada kontrak baru, ada peraturan kalau bulan Oktober sampai dengan Desember seluruh karyawan tidak boleh cuti. Cuti yang ada, hangus secara paksa. Oh NOOOOO!!!! Runtuhlah seketika mimpi kami untuk jalan-jalan santai di Jakarta. padahal pengennya sih bisa melipir ke Bandung. Main-main manja gituh. Tapi apalah daya, semua musnah.

Galau hati tak terobati sampailah pada 2 minggu jelang resepsi. Finally, our agreement is Asenk berangkat sendiri mewakili keluarga kami, saya dan Sabil (anak yang dicinta) tinggal di rumah. Tapi Asenk cukup berat hati meninggalkan kami. 80% of his desire is the three of us present at the Nanda's wedding ceremony. Tapi yaaaaa gimana....

Segala cara kita coba pikirkan supaya saya dan Sabil bisa ikut ke Jakarta. Satu-satunya cara adalah saya minta izin ke pak Boss untuk boleh ke luar kota. Heiimmmmm... Dengan mengumpulkan tenaga dan jantung yang dag-dig-dug, saya coba curhat sama pak Boss. Kali-kali aja bisa dapat izin gak masuk kerja. Yaaah namanya hati yang tulus memamng diberi kegahagiaan. Hiyeeeeyyy...dapat izin boleh gak masuk kerja. Wooohhoooo...mamaci pak Boss. Cus langsung beli tiket kita ke Jakarta. Wooohhooooo \o/


Btw, kalau bepergian sendiri saya sih gak perlu terlalu khawatir. Siapin baju dan uang yang banyak. Udah. Tapi kali ini lain cerita. Saya pergi bawa Sabil yang masih 7 bulan. Rempong cyiiiin... Baju dan perlengkapannya aja udah satu koper, belum perintilan lain yang harus dimasukin ke ransel untuk dibawa ke kabin. Alhasil, jadinya kita bawa 2 koper (satu koper saya dan Asenk, satu koper Sabil), plus 2 ransel (satu ransel saya dan Asenk, satu ransel Sabil)




Ngomongin soal isi ransel sabil, saya perlu googling dari beberapa blog untuk bikin list apa-apa yang dibutuhkan Sabil selama perjalanan. Jadi berikut kira-kira isi tas ransel Sabil, bayi 7 bulan adalah:
  1.  Susu bantu. Kalau-kalau dibutuhkan.
  2.  Termos air panas dan air panas.
  3.  Air  mineral. Campuran air panas untuk susu.
  4.  Biscuit. Mengingat melewati jam makan Sabil. Pasti dia lapar.
  5.  Botol makan dan gelas kecil. Sebelum dimasukkan ke botol makan, biskuitnya tinggal dihancurkan di gelas kecil.
  6.  Tisu basah.
  7.  Baju ganti.
  8.  Popok sekali pakai.
  9.  Selimut.
  10. Topi dingin. Siapa tau Sabil kedinginan.
  11. Mainan kesukaan Sabil.
  12. Nursing apron. Penting dibawa, karena selama penerbangan atau minimal saat take off dan landing dianjurkan untuk menyusui bayi supaya tidak rewel karena telingannya yang sakit.
Jam 16.35 kita bertiga berangkat dari Pekanbaru menuju Jakarta naik pesawat Garuda Indonesia. Efek kerja di maskapai ini, jadi bisa dapat bantuan ekstra untuk masalah tempat duduk. Berkat bantuan Tari dan Tina, kami duduk di ekonomi paling depan. Area lebih luas, cocok untuk yang membawa baby. Alhamdulillah,,,makasih Tari... Makasih Tina...



:: Menyempatkan nonton sambil nyusuin Sabil ::
Sekitar satu jam perjalanan, jam 18.35 kami sampai di Jakarta. Setelah mengambil bagasi, dan "(bukan) liburan kilat" kami pun dimulai. Esok saya ceritain lagi yaaa... :)